SIGAB memantau ketinggian air dan curah hujan secara otomatis dari sensor lapangan, lalu menyiarkan status AMAN, SIAGA, atau BAHAYA secara langsung ke masyarakat dan petugas.
Status dan grafik ter-update otomatis begitu sensor mengirim data baru — tanpa perlu refresh halaman, langsung terlihat perubahannya di peta dan grafik.
Petugas menerima peringatan Telegram instan saat status berubah.
Lokasi baru otomatis tampil di peta tanpa update sistem.
Banjir sering datang tanpa peringatan yang cukup. SIGAB hadir untuk menjembatani kesenjangan itu — memasang sensor ketinggian air dan curah hujan di titik-titik rawan, lalu mengolah datanya secara otomatis menjadi status yang mudah dipahami: AMAN, SIAGA, atau BAHAYA.
Informasi ini terbuka untuk siapa saja — warga, relawan, dan petugas — sehingga keputusan evakuasi bisa diambil lebih cepat dan tepat waktu.
24/7
Pemantauan berkelanjutan
<1 mnt
Kecepatan notifikasi
Bali & Jogjakarta
Wilayah pemantauan saat ini
Perangkat di lapangan membaca tinggi air dan curah hujan setiap saat.
Data dikirim otomatis lewat jaringan ke server pusat SIGAB.
Sistem membandingkan data dengan ambang batas AMAN/SIAGA/BAHAYA.
Status ditampilkan di peta ini dan notifikasi dikirim ke petugas.
Pilih salah satu lokasi untuk melihat grafik lengkap.
2
Lokasi aktif dipantau saat ini
Legenda Status